Konsep Periklanan atau Adsvertising dalam Dunia Promosi

Konsep Periklanan atau Adsvertising dalam Dunia Promosi

46
0
BERBAGI
Konsep Periklanan atau Adsvertising dalam Dunia Promosi

Adsvertising atau pengiklanan adalah suatu bentuk komunikasi dimana pengiklan memberikan informasi serta harus membujuk masyarakat agar berperilaku sesuai dengan strategi dan tujuan perusahaan  untuk mencetak penjualan. Selain itu, periklanan dibangun untuk menciptakan awareness bagi masyarakat terhadap sesuau hal yang dipromosikan.

Fungsi Iklan dalam dunia Pemasaran

Tujuan utama dilakukan pengiklanan yakni untuk mendapatkan keuntungan dari hasil promosi yang dilakukan oleh pengiklan. Namun untuk mencapai suatu titik dimana calon pembeli melakukan pembelian maka harus melalui tahap atau proses yang panjang. Jadi, tidak serta merta calon pembeli melakukan transaksi pembelian. Oleh karena itu, sebagai pengiklan kita harus mengerti tujuan dan fungsi iklan yang dibuat, jangan sampai tujuanmu untuk mendapatkan transaksi penjualan dari promosi tersebut, namun promosi yang kamu lakukan sebenarnya hanya memberikan informasi ke calon pembeli.

1.  Memberikan Informasi

Saya sampaikan kembali, semua promosi pada dasarnya tidak serta merta ingin secara langsung mendapatkan keuntungan. Pengiklan harus mengerti terhadap karakter produk yang dijual. Apabila produk yang dijual membutuhkan edukasi kepada calon pembeli maka pengiklan perlu melakukan promosi berupa informasi yang bertujuan mengedukasi calon pembeli.

Jadi dapat disimpulkan bahwa, iklan memiliki fungsi memberikan informasi suatu produk akan kegunaan serta nilai tambah.

2. Mempengaruhi dan Membujuk

Tak hanya sebagai informasi, iklan juga dapat berfungsi sebagai bahan untuk mempengaruhi atau membujuk calon pembeli dengan tujuan secara langsung mendapat keuntungan. Biasanya karakter iklan yang membujuk yakni disertai dengan kata kata persuasif dimana meyakinkan pembacanya agar segera melakukan transaksi.

Beberapa kalimat yang sering dijumpai dalam iklan yang membujuk yakni “murah”, “handal”. Namun yang perlu diperhatikan seorang pengiklan yakni kesesuaian kalimat promosi dengan produk sebenarnya. Jangan sampai bilang kuat tapi kualitas produk sebenarnya lembek. Hal ini memang akan memberikan perubahan sikap calon pembeli untuk segera melakukan transaksi pertama. Namun, akan berdampak pada retention pembelian artinya pembeli akan berpikir dua kali apabila kamu promosi ke calon pembeli yang sama.

3. Memberikan kesan (image)

Coba perhatikan iklan yang sering ditayangkan di televisi, hampis semua iklan yang ditayangkan sesuai dengan gaya hidup modern. Kenapa tidak ditayangkan dengan gaya hidup orang miskin atau orang pedalaman? ya, karena pengiklan ingin memberikan kesan baik sehingga timbul kesan dimasyarakat bahwa produk tersebut memiki image brand baik dan rasa gengsi yang tinggi. Oleh karena itu pemasangan iklan selalu dilakukan dan berusaha menciptakan sebaik-baiknya.

Pengiklan tidak serta merta mengkonsep tayangan iklan langsung pada tujuan. Jadi mereka perlu mencapai atau menyentuh psikologi calon pembeli. Intinya jangan cuma menampakkan produk secara terus menerus melainkan target dulu psikologi calon pembeli melalui kesan yang baik. Maka penjualan akan secara otomatis mengikuti. Meskipun anda tidak melakukan penawaran secara langsung namun apabila kesan baik terhadap produkmu sudah tertanam di masyarakat maka mau gak mau masyarakat akan membeli produkmu.

4. Memuaskan keinginan

Dalam beriklan, kita harus memposisikan diri sebagai calon pembeli. kira kira apabila kita melihat iklan yang ditampilkan, apakah kita langsung tertarik? kalau tidak, coba intropeksi dan revisi konsep iklan yang sudah kamu rencanakan sebelumnya. Dalam iklan informasi yangterkandung harus dicantumkan secara jelas namun tidak monoton (membuat calon pembeli bosan lihat iklanmu).  Cantumkan secara lengkap tapi dapat mewakili ekspektasi atau memuaskan calon pembali. Bagaimana caranya? Informasikan kelebihan dengan konsep yang sangat matang 🙂

Sebagai contoh, produkmu adalah makanan. Jangan semua komposisi kamu tampilkan, coba tunjukkan komposisi yang memberikan pengaruh besar (yang tidak umum) terhadap calon pembeli apabila pembeli makan produkmu itu. pada kasus ini, Vitamin, Gizi dan harga menjadi keunggulannya. Matangkan konsep periklanan dengan menunjukkan ketiga keunggulan tersebut.

Pada umumnya iklan kan berdurasi 30 detik – 1 menit, kadang ada yang berdurasi 15 detik. Manfaatkan sebesar-besarnya pada setiap detiknya. Ingat, dalam durasi yang ada tersebut maka pengiklan dituntut agar segala informasi dapat meyakinkan dan memuaskan keinginan konsumen.

5. Alat Komunikasi

Perlu diingat selalu oleh pengiklan. Iklan merupakan alat komunikasi, apabila menyebut kata komunikasi berarti ada dua pihak atau lebih yang berinteraksi dalam konsep ini antara pengiklan dengan calon pembeli. Dalam konsep komunikasi diluar periklanan maka apabila kita bercerita ke orang dan cerita kita terlalu monoton dan tidak memberikan kesempatan kepada teman yang diajak cerita untuk menanggapi maka tujuan tidak akan tercapai secara efektif dan efisien. Ingat, beriklan itu dua arah. Kamu harus bisa memancing emosi calon pembeli untuk segera melakukan transaksi dengan cara strategi promosi yang sesuai.

Setiap pertukaran informasi didalam periklanan akan memungkinkan hubungan lebih lanjut antara pengiklan dengan calon pembeli sehinga terdapat komunikais lebih lanjut dan proses penjualan akan tercapai.

Manfaat Periklanan

Dalam dunia promosi, periklanan atau adsvertising memiliki segudang manfaat baik secara langsung maupun tidak secara langsung. Pada dasarnya adsvertising dapat bermanfaat seperti berikut.

1.  Memperluas alternatif konsumen

Salah satu manfaat pengiklanan yaitu dapat memperluas alternatif konsumen dalam memilih atau membeli suatu produk. Apabila yang memimpin pasar dunia gadget smartphone saat ini adalah merk Xaomi, adanya periklanan dapat memberikan persaingan dalam pasar tersebut yakni munculnya merk merk baru seperti Oppo dan Vivo. Hal ini tentu akan berpengaruh pada pasar gadget xiaomi pada saat ini serta memberikan alternatif pilihan smartphone kepada para konsumen.

2. Menciptakan kepercayaan konsumen

Setiap iklan yang ditayangkan melalui media maka akan berdampak pada tingkat kepercayaan konsumen terhadap suatu produk. Sebagian masyarakat meyakini bahwa semakin banyak promosi maka produk tersebut diyakini memiliki keunggulan lebih dibandingkan denga produk sejenis.

3. Membuat masyarakat mengetahui produk kita.

Percuma apabila kita memiliki produk dengan segudang keunggulan tanpa diikuti dengan promosi. Itu ibarat sayur tanpa garam hehe. Buat apa punya produk tapi tidak diketahui orang? Bagaimana bisa laku? Nah disini manfaat adanya periklana yakni untuk memperkenalkan produk yang dulunya tidak dikenal oleh orang, sekarang jadi dikenal.

Jenis Iklan Yang Sering Dijumpai

Ada beberapa jenis iklan yang mungkin sering kita jumpai, dimana menurut Fredy Rangkuti (2010) secara garis besar dapat digolongkan menjadi 7 kategori pokok:

  1. Iklan konsumen (Consumer Ads): Barang konsumen (consumer goods), barang tahan lama (durable goods)
  2. Iklan antar bisnis (B2C Ads)
  3. Iklan perdagangan (Trade Ads)
  4. Iklan Eceran (Retail Ads)
  5. Iklan bersama (Cooperative Ads)
  6. Iklan keuangan (Financial Ads)
  7. Iklan recruitment (Recruitment Ads)

Strategi Periklanan Yang Wajib Kamu Tahu

Pada dasarnya strategi periklanan sama dengan strategi pemasaran lainnya dalam tahap yang berkelanjutan dengan melalui sebuah proses yang krusial yaitu perencanaan, implementasi, dan pengendalian. Umumnya tahap strategi periklanan dilakukan melalui tahapan PDCA (Plan, Do Check, Action).

Plan (Perencanaan)

Lakukan analisis SWOT pada produk dan rancangan iklan yang telah dibuat. Menggunakan tahapan SWOT seperti Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang kira-kira akan terjadi.

Do (Lakukan)

Sebelum mempublikasikan secara masal melalui media yang telah dipilih, lakukan percobaan atau uji coba penayangan iklan untuk mengetahui atau melihat respon masyarakat terhadap iklan tersebut. Apabila dirasa respon sudah baik maka lanjut ke tahap selanjutnya melakukan analisis dan pengecekan terhadap rencana iklan tersebut.

Check (Pengecekan)

Melakukan pengontrolan terhadap iklan yang ditayangkan dengan menganalisis respon masyarakat, conversion rate dan hal lain yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh adanya penayangan iklan tersebut.

Action (Publikasikan)

Selanjutnya tahap publikasi iklan secara masal sesuai dengan rencana yang sudah dilakukan sebelumnya dengan memastikan media yang sesuai dengan target pasar produk anda.

 

LEAVE A REPLY